[News] Bandung – Analyze Press. Setelah melaksanakan kewajibannya, seharusnya setiap mahasiswa memiliki hak dalam proses pendidikan formalnya, baik itu hak mendapatkan pendidikan yang lebih, maupun hak mendapatkan fasilitas yang menunjung pendidikan tersebut, namun hal tersebut dianggap berbeda di fakultas Adab dan Humaniora Universitas Negeri Islam Sunan Gunung Djati Bandung.

Hal itulah yang terlihat dari pernyataan sikap Aliansi Mahasiswa Adab dan Humaniora (ALMAD) yang melakukan aksi, jumat (30/05) di depan gedung Rektorat Kampus UIN SGD Bandung ini. Dalam pandangan ALMAD, setiap enam bulan sekali mahasiswa Adab dan Humaniora membayar uang pendidikan yang ditujukan untuk biaya pembangunan, gaji dosen dan memfasilitasi mahasiswa dalam menunjang pendidikannya, namun sayangnya hak mahasiswa dalam mendapatkan fasilitas pratikum selalu saja mengalami permasalah yang tidak jelas. Mahasiswa Adab dan Humaniora selalu saja mendapatkan uang praktikum yang jauh dari kata rasional.

Oleh karena itu, ALMAD menuntut kepada dekan Fakultas Adab dan Humaniora untuk memberikan hak mahasiswa dalam hal ini fasilitas praktikum secara wajar dan rasional sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Selain itu ALMAD juga menuntuk agar pihak fakultas melakukan transparansi dana praktikum se-Fakultas Adab dan Humaniora. [ps/al]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here