Merespon apa yang terjadi di Indonesia dimana ada beberapa oknum dan kelompok yang terus dianggap memecah belah keutuhan dan kedamaian Indonesia, maka beberapa gerakan mahasiswa diantaranya PMII, GMNI, PMKRI, GMKI, HIKMAHBUDHI dan KMHDI menyampaikan lima resolusi di tahun 2017. Setidaknya ada beberapa catatan penting atas resolusi mereka ini:

Pertama, sangat sulit untuk bisa menolak persepsi bahwa sekelompok mahasiswa ini adalah gerakan yang dipakai untuk berhadap-hadapan dengan kelompok islam yang mereka tuduh sebagai gerakan yang tidak pancasilais seperti FPI. Oleh Karena itu, upaya mereka mendesak pemerintah untuk membubarkan organisasi kemasyarakatan yang bertentangan dengan pancasila adalah omong kosong pertama dari gerakan kelompok ini yang mengatasnamakan pancasila. Jika betul bahwa kelompok ini adalah gerakan yang membela Pancasila, kemana mereka ketika Pancasila dihina dalam materi pelatihan pangkalan militer Australia?. Mereka tidak bersuara sedikitpun, anehnya mereka pun bungkam ketika pemerintah tidak mengambil sikap tegas ketika Pancasila dihina. Mengapa mereka keras terhadap FPI soal Pancasila dan diam ketika negara asing lain menghina Pancasila?

Kedua, gerakan ini juga menyinggung soal toleransi yang arahnya tidak jauh-jauh dari umat islam. Dengan mengangkat contoh BOM samarinda dan pembubaran ibadah di Sabuga Bandung. Mereka seakan-akan ingin mengangkat opini ke publik bahwa hal ini disebakan oleh umat Islam yang tidak toleran terhadap non muslim. Anehnya, mereka tidak sedikitpun menyinggung soal intoleransi yang dibuat oleh kaum Kristen di Tolikara yang membakar mesjid umat Islam. Mereka juga tidak mengangkat contoh intoleransi yang dilakukan oleh kaum Kristen di Manokwoari yang melarang pembangunan mesjid. Mereka juga seakan buta dengan intoleransi yang terjadi di Bali, dimana atribut-atribut Islam dilarang di sana, bahkan gerakan tersebut itu disuarakan langsung oleh penyelenggara negara. Gerakan mahasiswa ini pun bungkam dengan fakta-fakta yang terjadi diatas.

Ketiga, kesalahan berikutnya dari gerakan ini adalah meminta kepada pemerintah untuk menjaga marwah negeri ini disaat justru rezim yang ada telah dan sedang menjual bebas negeri ini kepada asing. Justru rezim inilah yang membuat negeri ini kehilangan kehormatannya. Kekayaan negeri sebagian besarnya diserahkan kepada asing, orang Papua tetap miskin meskipun dibawah kaki mereka terdapat emas. Freeport misalnya tetap saja diberikan izin ekspor mineral mentah meskipun harus dengan cara melanggar UU Minerba yang mengharuskan perusahaan asing untuk membuat smelter. Rezim jokowi JK menginjak-injak UU negera ini hanya untuk melayani Freeport yang tetap tidak membangun smelter. Pada fakta itu pun hampir bisa kita pastikan gerakan mahasiswa ini pun bungkam.

Oleh karena itu, kami berpesan kepada gerakan mahasiwa yang terlibat dalam resolusi ini agar menghentikan berbagai omong kosong yang mengatasnamakan pancasila . Hentikan omong kosong berlindung dibalik Pancasila untuk menuntut pembubaran FPI. Hentikan omongkosong berlindung dibalik Pancasila untuk mengkriminalisasi ulama umat Islam. Bertarunglah dengan elegan! Jika kalian mampu menghadirkan konsep untuk membangun negeri ini maka mari bertarung konsep dengan umat Islam.

Imaduddin al-Faruq

Member of Muslim Analyze Institute

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here