Kekerasan terhadap anak telah menjadi teror yang belum diketahui ujungnya. Upaya preventif dan kuratif terus dilakukan. Namun, seakan tak berdaya kejadian ini masih jua tidak kosong dari pemberitaan.

Belum selesai kita dikejutkan oleh satu berita, tragedi serupa pun hadir. Bahkan, tidak tanggung-tanggung pada tahun 2015 ini terhitung dari januari hingga agustus tercatat ada 1.725 kasus kekerasan terhadap anak. Dimana kekerasan seksual berada di peringkat teratas.

Tidak sampai disitu saja, seperti yang dilansir RMOL secara mengejutkan Polda Metro pun angkat bicara dan mengakui bahwa selama ini pihaknya memendam kasus kekerasan seksual terhadap anak dari media.

Sementara itu, Arist Merdeka Sirait selaku Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak menyatakan bahwasanya pelaku kebanyakan adalah orang yang dikenal oleh korban. Hal yang cukup disayangkan karena faktanya banyak pihak termasuk orang tua/wali korban yang tidak pernah menduga, dan mereka baru menyadarinya saat kejadian itu menimpa anak-anak mereka.

Paradoksal!. Hari ini kita dihadapkan pada keadaan penuh kontra. Di satu sisi banyak yang berjuang untuk mengkampanyekan perlawanan terhadap kekerasan pada anak, tapi di sisi lain membiarkan dan mendorong para ibu untuk meninggalkan pengasuhan anak dengan dalih ekonomi.

Beginilah Kapitalisme, menyeret kehidupan menjadi brutal dan sengsara. Kaum ibu yang sejatinya merupakan peletak dasar pendidikan dan bertanggungjawab atas kualitas generasi, telah dipaksa keluar rumah secara berbondong-bondong untuk memikul beban berat ekonomi keluarga, mencari topangan pangan, sandang dan papan. Ditarik untuk ikut bertarung dalam persaingan bebas kerja rodi modern demi harapan pendidikan dan kesehatan keluarganya.

Kejahatan dan kekerasaan terhadap anak sesungguhnya merupakan bagian dari lingkaran setan kehidupan bermasyarakat yang dicengkram kapitalisme. Maka, menjadi jargon semata berbagai upaya penghentian-nya tanpa usaha menghentikan substansi masalah yang ada pada Kapitalisme itu sendiri.
[ Priscilla Auldrine Kaurouw ]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here