Politisi Intelektual akan mengambil peran dalam mengelola kemashlahatan masyarakat. Pengeloaan tersebut akan dilakukannya dengan kuat ketika pada dirinya bersemayam sebuah pandangan sempurna dan menyeluruh atas kehidupan. Pandangan inilah yang menjadi asas dan pemimpin yang mengarahkan dia dalam aktivitas politik yang dia lakukan. Inilah Ideologi pada seorang pemikir politik. Sebuah ideologi wahyu yang merupakan bimbingan Ilahi.

Berbeda halnya dengan mereka kaum intelektual politisi yang merendahkan martabat kemanfaatan ilmu mereka pada sebuah bangunan korporasi. Mereka yang diperbudak dalam rekayasa keuntungan kaum kapital. Yang dengan itu secara tidak langsung menjadi bagian dari sekrup-sekrup yang mengokohkan singgasana imperialis modal.

Dampaknya, Intelektual seperti ini menjadi jauh dan berpisah dari masyarakat. Alih-alih memberikan kebaikan bagi kehidupan masyarakat, mereka malah menjadi mesin perusak dalam kehidupan masyarakat atas arahan kaum kapital. Bahkan, serendah-rendahnya menjadikan diri mereka bermentalkan pemburuan modal. Sehingga rekayasa politik dimainkan untuk meraih keuntungan personalnya. Bercuap-cuap besar sebagai penjaga dan pemimpin masyarakat tapi faktanya menjadikan masyarakat sebagai market atas kepentingan dirinya

Untuk itulah kesungguhan menyatu dengan Ideologi Islam dan keikhlasan besar kaum intelektual politik merupakan harga mati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here