1. Bagaimana anda memandang langkah pemerintah yang akan membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia?

Apa yang dilakukan oleh pemerintah merupakan tindakan gegabah, karena mengumumkan pembubaran Ormas Islam sekedar melalui pidato politik.
Pemerintah tidak menempuh langkah-langkah taktis sebelum beropini di hadapan publik sehingga justru menimbulkan problem baru berupa keresahan di tengah masyarakat.

Selain itu, tindakan pemerintah ini makin menunjukkan keberposisian Pemerintah sebagai penghadang dakwah Islam dan sebagai musuh ummat. Rentetan situasi politik belakangan ini makin menunjukkan kejelasan akan hal tersebut. Hal ini setidaknya terlihat sejak Aksi Bela Islam menuntut keadilan atas penista alQuran, yang malah dijawab dengan kriminalisasi Ulama dan aktivis Islam. Kemudian sekarang diteruskan dengan rencana pembubaran gerakan Dakwah Islam.

Sikap pemerintah semakin dzalim terhadap ummat Islam dan ini merupakan hal yang sangat memalukan!

2. Menurut anda, ada apa dibalik pembubaran ormas Islam ini?
Saya melihat bahwa hal ini memiliki korelasi dengan posisi pemerintah yang memberi indikasi kuat bahwa pemerintah berada di pihak penista Al-Quran. Ditambah kekalahan dalam pilkada makin membuat pendukung penista Al-Quran semakin marah terhadap ormas-ormas Islam yang memiliki peranan dalam menolak kepemimpinan Kafir.

Di sisi lain, pemerintah mencoba menyembunyikan kegagalan dalam mengelola negeri ini. Penguasaan asing dan aseng atas sektor sumberdaya alam, keuangan dan moneter, serta infrastruktur membuat pemerintah melakukan serangkaian sikap terhadap ormas-ormas Islam yang konsisten melakukan penolakan terhadap penguasaan asing dan Aseng tersebut.

Jadi, pemerintah sedang melakukan praktek aborsi dini terhadap sikap kritis ummat dan menunjukkan dengan jelas posisi yang diambil pemerintah.

3. Bagaimana dengan tuduhan bahwa Ormas Islam tersebut anti Kebhinekaan ?

Memang sedang menyeruak tuduhan anti Kebhinekaan. Tuduhan ini disematkan kepada ummat Islam atau gerakan Islam, ketika mereka menolak kepemimpinan Kafir, menuntut Keadilan atas pelecehan Al-Qur’an bahkan mendakwahkan Syariah Islam.

Namun, anehnya para penuduh diam atas hal yang menimpa ummat Islam.

Bahkan, ketika ummat Islam secara kritis menolak penjajahan asing baik melalui invasi pemikiran, politik dan ekonomi. Mereka justru menjadi pelayan bagi Negara-negara penjajah tersebut.

Disini, jelas bahwa isu Kebhinekaan dijadikan oleh pihak-pihak tertentu untuk menjegal Islam dan Ummat Islam. Akibatnya, ummat Islam, walaupun mayoritas di negeri ini, dibuat “tidak berdaya” saat ingin menyerukan aspirasi dan tuntutannya. Bahkan dibungkam perjuangannya dengan dalih merusak kebhinekaan. Tentu hal ini menjadi bahaya bagi ummat Islam, yang kemudian akan berdampak pada penyumbatan langkah perjuangan dakwah Islam untuk membangun pemahaman dan sikap ber-Islam yang kaffah dalam seluruh aspek kehidupan pada diri ummat. Bahkan lebih dari itu, ini akan membuat langgeng Imperialisme Barat atas negeri-negeri kaum muslim termasuk Indonesia atas nama Global War On Terorrism (GWOT), HAM, Demokrasi, Pasar Bebas dan sebagainya

4. Apakah dengan pembubaran ini bisa kita katakan bahwa rezim ini anti dengan Islam?
Saya katakan iya. Hal ini bisa kita ikuti dengan melihat bagaimana posisi pemerintah terhadap ummat Islam.
Aksi bela Islam yang menghadirkan jutaan ummat justru tidak ditanggapi serius. Yang ada justru kriminalisasi terhadap ulama marak dilakukan, dan rencana pembubaran ormas-ormas Islam. Hal ini jelas menunjukkan sikap pemerintah yang anti terhadap Islam.

Padahal ummat Islam sedang melakukan aktivitas dakwah Islam, yang semuanya dipertanggungjawabkan dengan dalil-dalil Syariah yang akan membawa kebaikan untuk negeri, begitu pula menuntut hak atas ketidakadilan atas penista alQuran.

Di sisi lain, pemerintah diam atas perampokan sumberdaya alam bahkan memfasilitasinya, pemerintah juga tidak garang untuk memberantas kelompok2 Non Islam yang telah nyata-nyata menunjukkan sikap separatis, hal tersebut sangat berbeda perlakuannya ketika disematkan kepada kelompok Islam. Pemerintah juga menunjukkan keberpihakannya atas penista alQuran.

5. Apakah pembubaran ini ada kaitanya dgn kondisi politik hari ini?
Jelas. Sejak awal sudah saya katakan bahwasanya hal ini merupakan peristiwa politik yang menunjukkan posisi dimana Pemerintah berada, termasuk upaya pembungkaman sikap kritis ummat Islam, bahkan mengaborsi sejak dini upaya penyadaran Ummat untuk hidup berIslam secara Kaffah.

6. Trus apakah ini bagian dari negara-negara Barat untuk memerangi Islam?
Tentu. Barat sangat takut atas Kebangkitan Ummat Islam. Untuk itu, mereka menggunakan berbagai macam cara untuk memberangus perjuangan Islam. Baik dengan labeling Radikal, Teroris, dsb. Juga melakukan langkah-langkah politik yang ditopang dengan kekuatan Ekonomi.

Upaya-upaya perang melawan Terorisme telah menjadi pakem bagi dunia untuk bersama-sama dengan Barat, khususnya AS dalam memerangi gerakan Islam. Semua pola dan blueprint dipaksakan untuk dipraktekkan oleh penguasa-penguasa yang telah mereka tundukkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here